Jakarta - Microsoft menemukan sebuah kelemahan pada piranti lunaknya. Demi mencegah celah ini dimanfaatkan, raksasa asal Redmond itu pun menganjurkan penggunanya untuk tidak menekan F1 saat melakukan browsing situs internet.
Seperti dikutip detikINET dari Microsoft Security Advisory, Rabu (3/3/2010), sebuah kelemahan telah ditemukan pada VBScript. Tepatnya, kelemahan ini akan berpengaruh pada komputer yang menjalankan Windows XP dan browser Internet Explorer (IE).
Kelemahan ini bisa dieksploitasi ketika pengguna menekan tombol F1. Tombol itu biasanya digunakan untuk memanggil fungsi bantuan (Help Menu) pada aplikasi Windows.
"Jika sebuah situs jahat menampilkan Dialog Box yang dibuat khusus dan pengguna menekan F1, sebuah kode jahat bisa dijalankan di komputer pengguna sesuai dengan otoritas pengguna tersebut," demikian peringatan dari Microsoft.
Nah, beberapa cara ditawarkan Microsoft untuk mencegah kelemahan ini menyerang komputer:
* Jangan menekan F1 saat diminta oleh situs tertentu
* Matikan akses ke Windows Help
* Ubah aturan pengamanan IE menjadi 'High' untuk memblokir ActiveX
* Atur IE agar memberi peringatan saat hendak menjalankan ActiveX
Sekali lagi, celah ini berpengaruh pada komputer yang menjalankan browser Internet Explorer pada sistem operasi Microsoft Windows XP. Pengguna sistem operasi atau piranti lunak browser lain tak akan terpengaruh.
Sumber
Read More
Sabtu, 06 Maret 2010
Rabu, 03 Maret 2010
Microsoft 'Sulap' Kulit Manusia Jadi Layar Sentuh
Washington - Di masa depan, tak menutup kemungkinan manusia hanya perlu menekan telapak tangan atau lengannya sendiri untuk melakukan panggilan di ponsel. Cikal bakalnya sekarang sudah ada, yakni teknologi yang dinamakan Skinput.
Skinput (Skin Input) yang dikembangkan Microsoft bersama Carnegie Mellon University di Amerika Serikat ini, memungkinkan kulit manusia dijadikan media touchscreen atau layar sentuh untuk menavigasi gadget.
Perangkat Skinput yang dikaitkan di lengan pengguna, mampu mendeteksi level suara yang terjadi kala kulit ditekan, sehingga mampu membedakan perintah yang diberikan. Sebuah proyektor mungil menampilkan layar di kulit pengguna.
Prototipe Skinput ini menggunakan teknologi nirkabel untuk mentransfer komando ke perangkat tertentu, misalnya ponsel, iPod sampai komputer.
Saat ini, seperti detikINET kutip dari DailyMail, Rabu (3/3/2010), Skinput bisa digunakan untuk mendeteksi lima lokasi input dengan akurasi 95,5 persen.
Namun teknologi ini masih dalam awal perkembangan. Sebanyak 20 relawan saat ini baru mengujicobanya, semuanya dilaporkan puas dengan kemudahan navigasi Skinput. Tampaknya Skinput termasuk teknologi yang cukup menjanjikan
Sumber
Read More
Skinput (Skin Input) yang dikembangkan Microsoft bersama Carnegie Mellon University di Amerika Serikat ini, memungkinkan kulit manusia dijadikan media touchscreen atau layar sentuh untuk menavigasi gadget.
Perangkat Skinput yang dikaitkan di lengan pengguna, mampu mendeteksi level suara yang terjadi kala kulit ditekan, sehingga mampu membedakan perintah yang diberikan. Sebuah proyektor mungil menampilkan layar di kulit pengguna.
Prototipe Skinput ini menggunakan teknologi nirkabel untuk mentransfer komando ke perangkat tertentu, misalnya ponsel, iPod sampai komputer.
Saat ini, seperti detikINET kutip dari DailyMail, Rabu (3/3/2010), Skinput bisa digunakan untuk mendeteksi lima lokasi input dengan akurasi 95,5 persen.
Namun teknologi ini masih dalam awal perkembangan. Sebanyak 20 relawan saat ini baru mengujicobanya, semuanya dilaporkan puas dengan kemudahan navigasi Skinput. Tampaknya Skinput termasuk teknologi yang cukup menjanjikan
Sumber
Read More
Langganan:
Postingan (Atom)