Template by:
Free Blog Templates

Welcome To IT WORLD XI IPS 1

Sabtu, 06 Maret 2010

Para Programmer Bergabunglah ke Apps Store!

 



BANDUNG, KOMPAS.com Makin canggihnya teknologi mobile broadband menyebabkan pula tumbuhnya pasar program aplikasi. Para pengembang program aplikasi biasanya bukanlah perusahaan, namun perorangan. Sayangnya, ketika berjuang sendirian, mereka tak bisa maksimal meraup keuntungan.
Padahal, potensi lapangan kerja di bidang ini tak boleh dianggap sepele. Inovasi applications store, seperti Apple Apps Store, Google Android Market dan Nokia Ovi Store, sebenarnya bisa membantu mereka.
Dalam perkembangannya, Head of VAS dan SDP Solutions Ericsson Indonesia Hindra Irawan mengatakan, toko online aplikasi macam itu mampu mendongkrak penghasilan pengembang aplikasi berkali lipat.
"Misalnya saja, dia (pengembang aplikasi) pasang sendiri di webnya. Paling banyak hanya 100 download per hari. Kalau satu download sama dengan USD 1 maka dia dapat USD 100. Kalau bergabung dengan application store, sehari bisa sampai 700 download!" tuturnya di Technology Corner Ericsson Indonesia di Hotel Sheraton Bandung, Jumat (5/3/2010) malam.
Apple sendiri menerapkan sistem 30-70 dalam pembagian hasil penjualan aplikasi di Aps Store-nya. Angka maksimal diberikan kepada pengembang program. Dengan demikian, area ini bisa menjadi lapangan kerja yang menjanjikan. Pengembang aplikasi benar-benar diberi kemudahan. "It's a big economy," tegas Hindra.

Di Indonesia, bahkan Asia, hal ini belum menjadi perhatian serius. Pengembang aplikasi masih harus berjuang sendiri memikirkan pengembangan program, pemasaran hingga server untuk menjamin pasar mengunduh dengan lancar. Kalaupun ada toko aplikasi yang berkembang cuma memberikan porsi 20-30 persen bagi pengembangnya.
Merespon ini, Hindra mengatakan Ericsson sedang berupaya membangun toko aplikasi online semacam Apps Store. Tak tanggung-tanggung, Asia akan menjadi perhatian khusus. Peluncuran perdananya sendiri sudah dilakukan dalam ajang GSMA Mobile World Congress di Barcelona.
Tak hanya aplikasi tentunya, Hindra mengatakan bisnis bisa meluas hingga penjualan suvenir, seperti kaus dan topi yang berkaitan dengan aplikasi terkenal.

0 komentar:

Posting Komentar